JAKARTA (AMGNews.com) – Kabar duka datang dari mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno, wafat pada Senin (2/3/2026) setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta (2/3/2026). Kabar duka tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan jajaran petinggi TNI. Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari negara.
Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara dilaporkan tengah berkoordinasi untuk pelaksanaan upacara pemakaman kenegaraan. Sejumlah tokoh nasional, mulai dari Presiden, jajaran menteri Kabinet, hingga kolega militer, dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di mata masyarakat dan rekan-rekannya, Try Sutrisno dikenang sebagai sosok panglima yang disiplin namun rendah hati. Hingga akhir hayatnya, ia kerap menjadi rujukan moral bagi politisi dan perwira muda.
“Beliau adalah saksi sejarah sekaligus pelaku sejarah yang menjaga integritas bangsa dengan keteladanan,” ujar salah satu kolega dekat almarhum.
Kepergian Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya kiprah salah satu figur penting dalam sejarah militer dan politik nasional.
Rekam Jejak Militer dan Politik
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno merupakan salah satu tokoh militer senior yang memiliki perjalanan karier panjang di tubuh TNI. Ia mencapai puncak karier militer saat menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Pada periode 1993–1998, Try Sutrisno dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto. Selama masa jabatannya, ia dikenal aktif turun ke masyarakat serta menaruh perhatian besar pada stabilitas nasional dan persatuan bangsa.
Selepas purna tugas sebagai wakil presiden, Try tetap aktif memberikan pandangan strategis bagi pemerintahan lintas periode. Ia terlibat dalam organisasi purnawirawan, antara lain di Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).*





