AmigdalaNews.com – Peristiwa keracunan makan bergizi gratis (MBG) dialami ribuan siswa dari berbagai wilayah di Indonesia. Pihak istana memohon maaf dan janji akan lakukan evaluasi.
Terhitung hingga 18 September 2025, terjadi banyak kasus keracunan MBG yang menimpa siswa-siswi dari berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan menurut Ubaid Matraji, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sebanyak 5.360 siswa-siswi telah alami keracunan karena program ini.
”Kasus keracunan akibat makanan dari program MBG terus berulang. Dalam pemantauan kami, 5.360 anak mengalami keracunan. Jumlah ini bahkan bisa lebih seiring kasus yang terus terjadi dan sebagian ditutupi,” ujarnya, saat dihubungi dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/9/2025), dilansir dari Kompas.
Menanggapi kasus yang sama, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi meminta maaf atas terjadinya kasus keracunan karena program ini.
“Tentunya kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah,” kata Prasetyo di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (19/9/2025), dilansir dari Kompas.
Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak-pihak yang terlibat lainnya.
“Tentu saja ini menjadi bahan evaluasi dan catatan kami telah berkoordinasi dengan BGN termasuk dengan pemerintah daerah,” ujarnya, dikutip dari Kompas.
Lebih lanjut, Prasetyo tidak mengonfirmasi adanya sanksi terhadap pihak-pihak yang terbukti lalai dalam program MBG.
“Sanksi kalau memang itu adalah faktor-faktor kesengajaan atau lalai di dalam melaksanakan SOP, tentunya akan ada sanksi kepada SPPG yang dimaksud. Tapi juga sanksi yang akan diterapkan jangan sampai kemudian itu mengganggu dari sisi operasional, sehingga mengganggu penerima manfaat untuk tidak mendapatkan MBG ini,” jelasnya.*





