Perubahan Arah Politik Prabowo di Kabinet, Pasca Sri Mulyani Kena Reshuffle

AmigdalaNews.com (JAKARTA) – Gelombang unjuk rasa besar-besaran yang melanda sejumlah kota besar di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir menandai titik kritis dalam dinamika sosial-ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto. Aksi massa yang menolak kenaikan pajak dan kebijakan fiskal yang dianggap memberatkan rakyat berubah menjadi amukan publik yang bahkan menyeret simbol-simbol negara, termasuk kediaman pribadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang dirusak massa.

Kemarahan publik dipicu oleh beban ekonomi yang makin terasa berat: mulai dari kenaikan pajak konsumsi, pembatasan subsidi, hingga tunjangan rumah dinas DPR yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi rakyat. Di tengah krisis kepercayaan ini, sosok Sri Mulyani kembali jadi pusat sorotan—baik sebagai pengambil kebijakan, maupun sebagai simbol dari wajah teknokrasi ekonomi yang dinilai semakin jauh dari realitas rakyat.

Bacaan Lainnya

Tak lama setelah peristiwa itu, Sri Mulyani secara internal mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo. Meski pada awalnya ditolak, akhirnya pergantian posisi dilakukan melalui mekanisme reshuffle kabinet, dengan menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru.

Pengunduran diri Sri Mulyani ini menjadi penanda penting dalam pergeseran arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo. Banyak pihak menilai bahwa langkah ini merupakan upaya meredam gejolak publik sekaligus bagian dari konsolidasi kekuasaan presiden terhadap kebijakan fiskal nasional. Berikut ulasan khusus pengamat politik Efriza dari Citra Institute kepada AmigdalaNews.com

1. Apakah Sri Mulyani mengundurkan diri atau di copot, pasca demo besar tolak pajak dan rumahnya di rangsek massa?

Jawaban:
Jika dicermati memang Sri Mulyani pasca rumahnya jadi sasaran penjarahan telah mengajukan rencana pengunduran dirinya hanya saja ditolak oleh Presiden Prabowo, alasannya ditenggarai Prabowo khawatir pasar akan bergejolak dan dianggap pemerintahannya lemah hanya karena terjadinya kericuhan kemudian Sri Mulyani yang juga menjadi sasaran kemarahan publik kemudian mengundurkan diri, sedangkan jelas-jelas demonstrasinya tentang penolakan tunjangan dinas rumah DPR. Artinya, Prabowo berupaya menjaga citra pemerintahannya.

Namun, kondusifnya negara pasca kericuhan maka mereshuffle Sri Mulyani adalah pilihan yang bijaksana untuk menenangkan kekecewaan dan kemarahan publik, juga untuk menyelamatkan citra Sri Mulyani yang sedang dalam perdebatan di publik meski tak bisa dimungkiri Sri Mulyani amat berjasa bagi negara ini. Jadi ini adalah hal baik, bahwa Prabowo mau mendengar keinginan publik dan juga tanda kesantunan Prabowo yang menghargai keputusan Sri Mulyani.

2. Apa imbasnya bagi ekonomi Indonesia dan hutang luar negeri?

Jawaban:
Sri Mulyani tak bisa dimungkiri adalah sosok profesional. Mengganti Sri Mulyani tentu saja pertarungan yang tak mudah untuk membangun kondisi perekonomian negeri lebih baik.

Sri Mulyani punya reputasi internasional yang tinggi, sehingga posisinya memberi citra stabilitas fiskal dan kredibilitas pemerintah di mata pasar global maupun lembaga keuangan internasional. Langkah Prabowo akan dipandang sebagai sinyal politik bahwa presiden ingin menegaskan kendali penuh terhadap arah kebijakan ekonomi, meskipun berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Memang tak bisa dimungkiri Prabowo sudah lama tidak sreg dengan Sri Mulyani tetapi faktanya juga kondisi ekonomi Indonesia dengan berbagai aturan yang dibuat oleh Sri Mulyani saat ini sebagai Menteri Keuangan sering kali malah meresahkan dan menghadirkan kekecewaan masyarakat.

3. Bagaimana prediksi ke depan bagi negara dengan dicopotnya Sri Mulyani?

Jawaban:
Mengganti Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa, maka arah kebijakan ekonomi diyakini terjadi pergeseran yang tinggi. Purbaya selama ini dikenal lebih dekat dengan lingkaran politik pemerintahan, sehingga dinilai ia cenderung politis, dan seringkali menempatkan pertumbuhan ekonomi serta agenda pembangunan menjadi prioritas, ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo dalam proyek-proyek strategis. Namun, perubahan ini juga berisiko menimbulkan kekhawatiran terkait resiko defisit dan berkurangnya kepercayaan dunia internasional, berbeda misalnya dengan Sri Mulyani dengan reputasi internasionalnya.

Penunjukan Purbaya bisa dimaknai sebagai konsolidasi kekuasaan penuh Prabowo. Menggeser figur profesional seperti Sri Mulyani ke sosok Purbaya tak sepenuhnya buruk, karena Purbaya dikenal loyal, ini menunjukkan keinginan presiden agar pos ekonomi vital selaras sepenuhnya dengan agenda politiknya. Ini menunjukkan Presiden Prabowo menginginkan memperkuat kendali Prabowo atas kebijakan fiskal, tetapi bisa mengurangi legitimasi internasional yang selama ini dibangun lewat figur Sri Mulyani. Jadi dalam posisi ini Presiden Prabowo lebih memilih langkah strategis dalam negeri, tetapi berisiko dalam diplomasi ekonomi global.

4. Apakah akan memberi dampak positif  untuk pasar atau tidak?

Jawaban:
Dampak pergantian Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa bagi dalam negeri utamanya masyarakat dianggap positif, tetapi untuk pasar tidak akan langsung positif. Pasar finansial sangat sensitif terhadap figur menteri keuangan, terutama reputasi Sri Mulyani dengan keterhubungan erat terhadap lembaga-lembaga internasional. Pengunduran dirinya atas kasus penjarahan, tentu saja akan menimbulkan ketidakpastian jangka pendek, memungkinkan terjadinya sikap wait and see investor. Ditahannya keinginan Sri Mulyani mundur saja, karena gejolak pasar yang dikhawatirkan dan terjadinya gejolak dikalangan investor misalnya.

Namun, jika Purbaya mampu menunjukkan konsistensi kebijakan, mendukung keberlanjutan keuangan dan pembangunan, serta tetap memberikan kepercayaan masyarakat, pasar dan investor maka dampak negatif itu bisa mereda. Tantangannya adalah meyakinkan publik dan investor bahwa perubahan ini tidak semata bernuansa politik akibat gelombang kemarahan dan kekecewaan masyarakat tentu ini amat menyulitkan bergerak cepat menggeliatkan ekonomi negeri, utamanya dalam memberi kepastian kebijakan.

5. Dan bagaimana kekuatan menteri di Kabinet Prabowo ke depan?

Jawaban:
Harus diakui kekuatan menteri-menteri di kabinet Prabowo memang tidak sebesar figur Sri Mulyani yang memiliki wibawa global dan relatif independen. Sri Mulyani juga kenyang prestasi dan pengalaman. Tetapi, Presiden Prabowo cenderung ingin membangun pola kepemimpinan yang terpusat kepada dirinya, sehingga menteri diposisikan lebih sebagai pelaksana visi presiden daripada pengambil keputusan yang dominan. Sehingga, arah kebijakan akan dikendalikan kepada keputusan Prabowo.

Wajah dan perilaku menteri-menteri pasca tanpa Sri Mulyani, jelas bahwa posisi mereka akan lebih sebagai jembatan kepentingan antara partai dan presiden. Sementara menteri profesional seperti Sri Mulyani sebagai “wajah” di panggung internasional, saat ini akan menyusut sebab reputasi menteri-menteri Prabowo tidak sepopuler Sri Mulyani. Tetapi, kekuatan kabinet Prabowo akan lebih solid di bawah kendali presiden.

6. Bagaimana melihat Reshuffle Kabinet yang belum setahun sudah dilakukan dua kali oleh Presiden Prabowo?

Jawaban
Reshuffle kabinet yang sudah dua kali terjadi dalam kurun waktu kurang dari setahun pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan nilai positif bagi pemerintahan prabowo karena ia mau mendengar keinginan masyarakat dalam aksi demonstrasi, misalnya, aksi demonstrasi yang terjadi terhadap Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro karena berbagai kontroversi keputusan maupun komunikasi politiknya yang buruk seperti ia menyatakan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan kena potongan imbas efisiensi anggaran. Hari ini, pasca aksi demonstrasi yang menyebabkan terjadinya kericuhan menyebabkan Sri Mulyani digantikan.

Namun juga pilihan reshuffle menunjukkan pemerintahan ini belum solid, pemerintahan ini sebelumnya dalam pembentukan kabinet bersifat penuh kompromi. Sehingga pemerintahan tampak terjadinya ketidaksolidan karena perebutan pengaruh antara Prabowo dan Jokowi. Sekarang ini, memperlihatkan Prabowo mencoba melakukan konsolidasi kekuasaan, agar kekuatan geng Solo melemah seperti dicopotnya Budi Arie Setiadi dari posisi Menteri Koperasi. Budi Arie adalah orang yang begitu loyal terhadap Jokowi, meski juga karena ia dalam sengkarut dugaan korupsi di kasus Judi Online.

Reshuffle cepat dan berulang hari ini juga sebagai penegasan posisi Prabowo sebagai pengendali utama dalam distribusi jabatan strategis, ia tidak ingin terlalu direcoki oleh mantan presiden Jokowi, meski ia tetap bersinergi dengan Jokowi. Meski begitu, publik juga dapat menilai bahwa pemerintahan Prabowo masih gamang dan belum melakukan bersih-bersih dari anasir geng Solo.

Terakhir, dari perspektif stabilitas politik, reshuffle berulang bisa membawa dampak dua sisi saling bertentangan. Di satu sisi, langkah cepat mengganti menteri yang dianggap tidak sesuai dengan arah kebijakan presiden menunjukkan ketegasan, juga sifat mendengar keinginan masyarakat dari Presiden Prabowo. Tetapi di sisi lain, frekuensi reshuffle yang sering tetapi tidak menyeluruh maka pemerintahan harus bersiap menghadapi menurunnya kepercayaan publik dan investor, karena kabinet terlihat rapuh dan lebih menjadi arena negosiasi politik ketimbang mewujudkan visi-misi dengan perjalanan yang baik karena didukung oleh kabinet yang solid.*

Pos terkait